Senin, Februari 25

Senja dalam Rintik

Senja dalam Rintik

Sore ini rintik menghampiri
Ia membawa kenanganku kembali
Setiap kenangan
Mereka bergilir, berputar di dalam kepala
Di dalam angan rasaku bergelora

Senjaku tak menguning
Ia terbalut rintik di sore ini
Anganku tentangmu terus terngiang
Kau terus berputar dalam bising rintik tak menentu
Dalam angan, ku hanya terdiam

Aku menyepi dari hiruk pikuk
Bercumbu dengan bayangmu dalam anganku
Sampai tak sadar rintik mulai menjauh
Malam pun hadir membawa ragu
Membuatku gusar dan semakin takut kehilanganmu

Sekarang, rintik telah lenyap
Begitupun kenangan yang tadi menggunung
Dan benar memang,
Sekarang aku sedang merindukanmu

Hati tak Pernah Berdusta

Hati tak Pernah Berdusta
Rasa yang sudah lama ingin ku hapus, ternyata tidak benar benar pupus
Pikiranku masih ingin mencabik rasaku
Ragaku masih sibuk menghempas fokusku

Namun sungguh benar, hati tak bisa berdusta
Rasaku masih merintih mengharap hadirmu
Ia terus meronta memimpikan bayangmu
Mengharap melawan sang waktu untuk kembali ke masa itu
Menghapus kesalahan-kesalahanku
Sehingga bukan hanya kenangan yang tersisa untuk masa depan, namun langkah yang cerah bersamamu
Bukan hanya kekecewaan yang meraung raung menggerogoti kalbu, namun peluk mesra dalam dekapanmu

Tak sanggup ku melawan sang waktu
Pun ku tak berani menanyakan kabarmu
Apalagi meminta hadirmu di sampingku
Hanya semoga yang kulayangkan dalam doa-doaku
Semoga kebahagiaan melingkupi dan terus mendampingimu selalu

Aku akan tetap di sini, menantimu
Datanglah, jika kau sedang sendu atau pun rapuh
Sapalah, meski hanya menanyakan kabarku
Dan ingatlah aku, meski aku hanya sekadar temanmu

Surakarta, 14 Februari 2019