Sendu di Balik Senja
Aku tahu, senja itu indah,
Tapi mungkin hari ini
tidak.
Senja tertutup mendung.
Sendu.
Aku memilih untuk sendiri
Dilahap sendu dalam imaji,
Dikala senja yang
menguning
Dibalik rintik hujan
yang gerimis.
Aku tak lagi tentu,
Apakah senja masih
jujur
Atau kah ia juga penipu
Sama seperti malam
dahulu.
Malam tak selalu
menipu,
Mungkin ia hanya melebur,
Larut dalam senja yang
sendu,
Yang membawa gelisah
dan risau,
Menanti sang syamsu.
Fajar pagi bak mengangkut
asa
Meski selalu terbesit was-was,
Ia seakan membawa harapan
anyar
Namun faktanya,
Hanya hari lain dari
sebuah keresahan.
Kembali pada senja,
Menguning di ufuk barat
Tersingkap mentari yang
lelah,
Merekah di balik
gulungan awan.
Senja masih jujur.
Aku yang tak pernah
jujur.
Bersembunyi di balik
awan kuningnya,
Berharap dia menyibaknya.
Surakarta, 22 Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar